image

THE 9 P's of REAL ESTATE AGENT

by dradjad 03-Oct-2014 Dibaca sebanyak : 1725 kali

“HOW TO TURN YOUR PASSION INTO PROFIT THROUGH PROPERTY”

by Rita Megawati & David Christovani

CHAPTER 1: PASSION

Semua yang dilakukan dengan sepenuh hati, sesuai passion Anda, pasti akan membuahkan hasil yang baik dan jalan menuju sukses akan lebih mudah dicapai.

Dream Big (Donald Trump)

“If you can dream it, you can achieve it” – Walt Disney

Mimpi adalah awal dari kesuksesan, tapi passion adalah ‘roh’ dari impian tersebut. Untuk mewujudkan mimpi Anda, langkah pertama adalah:

“Wake up and take action now!”

Mungkinkah kita menjadi orang kaya dan waktunya kapan-kapan saja?

Goals

Jangan pernah lupa untuk membuat secara jelas mimpi Anda dalam bentuk lebih detail. Goal yang baik harus memiliki kriteria S.M.A.R.T:

Specific, terinci secara jelas

Measureable, bisa diukur kuantitatif

Achievable, bisa diraih secara realistis

Reasonable, punya ‘Why’ yang kuat

Time boundary, jangka waktu yg jelas

CHAPTER 2: PEOPLE

“It’s not the gun, it’s the man behind the gun”

Hal-hal yang perlu dipahami dan dimiliki dalam bisnis properti adalah:

Attitude

Attitude memegang peranan sangat penting karena kita berhubungan secara personal dengan potential client. Yang termasuk dalam attitude adalah integrity, apa yang Anda lakukan sesuai dengan apa yang Anda ucapkan, tidak sekedar lip service. Just do A when you say A, jangan bilang A dan yang kita lakukan adalah B. Apa saja yang kita lakukan, orang akan melihat apa adanya.

Appearance

Orang menilai siapa diri anda dalam 7 detik pertama mereka melihat anda. Just look at the mirror! Apa yang anda lihat di cermin, itu pula yang akan dilihat oleh orang lain. Sehingga kalau kita tidak yakin untuk menitipkan listing senilai 2 milyar ke “orang” yang kita lihat di cermin, demikian juga orang lain (buyers & vendors) akan meragukan diri kita.

Social skill

Bukan orang yang cerdas yang sukses, namun orang yang cerdas dan pandai bergaul. Social skill juga artinya memiliki kemampuan berempati terhadap lawan bicara. Memiliki rasa kepedulian yang tinggi, kepekaan terhadap lawan bicara, tulus membina hubungan merupakan kunci sukses dalam social skill. Marketing yang sukses selalu punya semangat dan spirit untuk bertemu orang lain.

Communication skill

“Good practice make it perfect”

Teknik berkomunikasi adalah kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan baik sehingga dapat diterima lawan bicara. Keahlian komunikasi juga kemampuan Anda dalam mendengarkan dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebutuhan dari lawan bicara Anda.

Body language atau bahasa tubuh memegang peranan yang penting dalam berkomunikasi. Sikap berdiri, cara bersalaman, cara Anda memberikan kartu nama dan masih banyak lagi merupakan bagian dari body language.

Persistence

“Quitters never win and Winners never quit”

Persistence adalah gigih, tekun, pantang menyerah, dan disiplin.

CHAPTER 3: PROCESS

“Business happens when you meet people”

Canvassing

Penguasaan lapangan dan wilayah kerja sangatlah penting. Canvassing adalah suatu aktivitas pengenalan area secara detail.

Farming

Seperti halnya seorang petani yang menyebarkan benih tanaman, Anda pun harus “tebar pesona”, bukan hanya dengan senyuman hangat, tapi menyebarkan flyer/brosur agar orang-orang mengenal siapa Anda dan apa yang dapat Anda kerjakan untuk memasarkan properti mereka.

Listing

Pastikan Anda memiliki banyak pilihan listing dalam database Anda, sehingga klien merasa bahwa Anda benar-benar menguasai area dan memiliki berbagai macam jenis properti sesuai kebutuhan client.

Melakukan listing yang baik dan benar tidak luput dari melakukan verifikasi Data Subyek (orang/badan hukum), Obyek (data properti) dan Alas Hak (data legal).

Focus Marketing Area (FMA)

Jika Anda sakit jantung, mana yang Anda pilih untuk berobat: dokter umum atau dokter spesialis jantung? Tentunya Anda akan memilih dokter spesialis karena lebih memahami dan mendalami secara khusus penyakit tersebut. Demikian juga dengan client yang ingin dilayani oleh seorang agen properti yang terbukti menguasai area dan dapat bekerja secara professional.

CHAPTER 4: PROPERTY

Location

Kunci sukses dari properti adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Hal ini hanya 99% benar, bukan 100% benar karena masih ada faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dalam memasarkan properti tersebut. Lokasi itu bersifat given & permanent.

Physical evidence

Unit properti yang dipasarkan sebaiknya memenuhi kriteria “layak tampil”, agar bisa memberikan “value” yang lebih bagi unit tersebut.

Legal aspect

Pastikan bahwa properti yang dipasarkan memenuhi keabsahan legal untuk dapat dipasarkan.

Saleable dan Marketable

Properti yang marketable belum tentu saleable dan sebaliknya properti yang sale­able belum tentu marketable.

Marketable: properti dipasarkan dengan harga wajar/murah, di lokasi yang banyak peminatnya, kondisi properti dalam keadaan layak jual.

Saleable: properti tersebut memenuhi semua unsur aspek legal seperti keleng­kapan surat, persetujuan pemilik dan pasangannya. Unit yang saleable belum tentu marketable.

CHAPTER 5: PRODUCT KNOWLEDGE

Product knowledge menjadi bagian yang sangat penting. Kalau kita tidak menguasai product knowledge, kita hanya bisa bergantung pada hoki saja. Ketika orang ingin tahu banyak hal mengenai produk yang perlu dibelinya, kalau anda tidak menguasai produk tersebut, anda sudah jauh dari sukses.

CHAPTER 6: PROMOTION

Personal Branding

Anda sebagai pelaku juga perlu dikenal secara baik dan memiliki branding value yang tinggi. Anda harus memiliki penampilan, attitude, dan social skill yang baik.

Banner

Memasang spanduk/papan di unit properti merupakan salah satu kegiatan marketing yang “tradisional” tetapi terbukti ampuh efektifitasnya karena ongkos produksinya relatif murah dan merupakan iklan yang dapat tayang 24 jam/ 7 hari.

Media Advertising

Memasang iklan seperti memasang “perangkap”. Semakin banyak perangkap yang ditebar, semakin besar peluang untuk mendapatkan target “buruan”. Anda harus memilah seefektif mungkin, dimana dan kapan Anda akan beriklan.

Online Marketing

Survey membuktikan bahwa pengguna internet dari hari ke hari meningkat dengan tajam. Perubahan teknologi inilah yang membuat para pemasar properti pun harus berevolusi jika tidak mau punah.

Open for Inspection

Pastikan rumah dalam keadaan rapi dan bersih selayaknya “show unit” rumah developer. Jika memang memungkinkan, buatlah jadwal Open House di akhir pekan.

Networking

“If you don’t networking, you are not working”. Siapa yang tahu/kenal Anda sebagai pelaku bisnis properti? Bagaimana caranya supaya bisa punya banyak kenalan? Anda harus pandai bergaul, ikut banyak kegiatan organisasi di tempat ibadah, kegiatan sosial, klub olahraga, arisan, dsb.

CHAPTER 7: PRICE

Kuasailah harga properti anda (market price) dan buatlah comparative market analysis yang tepat, karena setiap properti memiliki perbedaan value. Value setiap properti itu unik, pasti berbeda dan masing-masing ada plus-minusnya.

Comparative Market Analysis (CMA)

Apabila sebuah properti dipasarkan dengan harga tertentu, maka harus ada perbandingannya dan itu harus dilakukan secara “apple to apple”, bukan “apple to orange or banana”. Jadi, carilah data-data properti di daerah sekitarnya dengan spesifikasi yang kurang lebih sama dan bandingkan harga transaksi atau harga yang dipasarkannya.

Seller’s Market vs. Buyer’s Market

Seller’s Market: Supply sedikit, demand banyak, harga menjadi tinggi karena pembeli berkompetisi untuk memberikan penawaran tertinggi. Pada kondisi ini, bargaining position penjual lebih kuat dibandingkan pembeli, maka kemungkinan harga turun sangatlah kecil.

Buyer’s Market: Supply banyak, demand sedikit, harga menjadi rendah karena pembeli tidak merasa perlu berkompetisi untuk memberikan penawaran harga tertinggi, melainkan penjual yang berkompetisi untuk menjual unit propertinya dengan harga termurah agar cepat terjual. Pada kondisi ini, bargaining position pembeli lebih kuat dibandingkan penjual, kemungkinan menjual dengan harga tinggi sangatlah kecil.

How to Negotiate

Banyak sekali trik dalam bernegosiasi untuk mencapai harga optimal yang musti kita pelajari. Berhasil atau tidaknya sebuah negosiasi, tergantung pada banyak hal: bargaining position (Seller’s market atau Buyer’s market), kedekatan Anda dengan pihak yg diajak bernegosiasi, tempat dan waktu bernegosiasi yang tepat.

CHAPTER 8: PROFIT

“Success is not a destination, but a journey.”

Yang terpenting bukanlah tempat tujuan liburan, tapi proses perjalanan dan kebersamaannya. Dalam dunia bisnis ada juga pepatah “Market share first, profit will follow.” Bukan profit yang dikejar, tetapi jumlah pelanggan yang diutamakan, profit akan datang secara otomatis. Utamakanlah untuk melayani pelanggan Anda dengan sebaik-baiknya secara tulus, nanti Anda akan menuai sendiri hasilnya.

Success Fee

Dunia pemasaran properti adalah bisnis jasa dan nilai jasa itu memang berbeda-beda satu dengan yang lain tergantung keahliannya, networknya dan jam terbang pengalamannya.

Customer for Life

Mana yang benar: Sales after service atau service after sales? Ini seperti menanyakan ayam dulu atau telur dulu. Apabila Anda memperlakukan customer selayaknya seorang sahabat, dengan memberikan service terbaik, maka otomatis sales akan terjadi. Kemudian dengan terus memberikan service after sales, Anda pun pasti akan diingat secara baik dan kemungkinan besar mendapatkan referensi untuk keluarga, kenalan, dan rekan bisnis lainnya.

CHAPTER 9: PRAY

“Semua berkat datangnya dari Tuhan, jerih payah manusia tidak akan menambahnya”

From passion to profit selalu dibungkus dengan doa. Kerjakan dengan passion Anda, lakukan process yang benar, maka profit akan datang dengan sendirinya. Tetapi ingatlah semua itu harus dilandaskan dengan dukungan Yang Maha Kuasa, maka berdoalah senantiasa. Ora et labora, berdoa dan bekerja!

Jules Jusserand said, “The future is not in the hands of fate but in ours, and also in God.”

Kalau dalam kehidupan kita menyia-nyiakan hidup, itu adalah kesalahan kita.

Oleh sebab itu, Do our best and let God do the rest….

Berita terkait

Kategori