image

How To Kill The Giant

by dradjad 25-Sep-2014 Dibaca sebanyak : 815 kali

Seminar dengan topik "Marketing Gathering" diprakarsai oleh Ibu Rita dan diadakan pada hari Kamis, 25 September 2014 dengan mengundang peserta dari LJH Serpong, LJH Gading Serpong, LJH Scientia, dan LJH Modernland.  Area ini memang sudah biasa mengadakan seminar untuk lebih mengoptimalkan pengetahuan para PC.  Seminar kali ini menghadirkan Speaker & Motivator: Bong Candra.

Bu Rita mengungkapkan, "Jangan putus asa, undanglah klien anda, karena mengundang komunitas itu adalah hal yang paling menarik. Orang merasa senang dan termotivasi dalam seminar bila ada sesuatu yang mereka peroleh dan mereka catat. Motivator yang menggunakan slide beda dengan motivator yang hanya ngomong saja, makanya dalam presentasi kita selalu menyediakan bahan presentasi yang bisa dibagikan, tidak perlu njelimet, cukup poin-poin penting yang bisa membuat orang tertarik, sehingga mereka mau mendengar dan mencatat."

Tips Mengalahkan Raksasa: How to kill the Giant?

Untuk bisa sukses, kita tahu bahwa orang harus mempunyai background properti.  Namun, kitapun bisa menang, sebagaimana David mampu mengalahkan Goliath.  Lalu, bagaimanakah kita bisa mengalahkan raksasa?

1. Menderita saat menjadi nomor 2

Do the massive action, bukan kerja santai saja

2. Lakukan apa yang mereka tidak lakukan

Kalau irit property, kita malah boros tenaga dan opportunity. Just do everything, all out, dan jangan hanya setengah-setengah saja!

3. Habiskan jatah sialan kita

Berhasil satu kali = beruntung?  Beruntung artinya adalah orang sial yang menghabiskan jatah sialnya lebih cepat daripada orang lain. Setiap konsumen mempunyai “hot button”, bukan nilainya.

4. Ciptakan brand kita sendiri

Merek = karakter

a. Ceria

b. Panikan

c. Supel

d. Serius & Misterius?

Brand kita harus beda, be yourself! Brand must be consistant...

5. Berani katakan “tidak” pada yang “good”, supaya masih dapat jatah yang “great” (Steve Jobs)

Orang-orang sukses tidak gampang dalam “say Yes”. Jangan takut membeli properti mahal, karena harga jualnya akanlah sangat mahal... 

Bong Candra menegaskan, "Meskipun prosesnya tidak langsung, tetapi saya jatuh cinta pada dunia properti.  Saya memasuki dunia properti 5 tahun yang lalu, tahun 2009, dengan membangun perumahan seluas 5 hektar di daerah Ciledug Tangerang, namanya Ubud Village.  Saya setengah menjadi motivator dan setengah menjalani properti, karena saya pikir properti itu biasa-biasa saja, namun ternyata masuk tahun demi tahun saya semakin yakin dan saya belajar untuk memberanikan diri untuk membuang berlian demi properti, meskipun menjadi motivator itu enak, modalnya cukup MBA: Modal Bacot Aja... Namun, untuk bisa sukses, orang harus punya background properti." [dj]

Kategori