image

Ada Usaha, Ada Jalan

by dradjad 30-Apr-2020 Dibaca sebanyak : 984 kali

Bagaimanakah kondisi Properti di Indonesia pada umumnya dan Kebrokeran pada khususnya di masa Corona ini?  Bisnis broker memang tidak ada matinya.  Ketika pasar secondary sepi, bisa lari ke primary.  Jika pasar primary sepi, bisa lari ke secondary.  Orang yang punya uang, maunya beli property.  Orang yang butuh uang, maunya jual property.  Oleh sebab itu broker harus bisa bermain dan mengambil posisi dimana disana ada peluang.


Dalam acara Bincang Project bertemakan Diskusi Properti Indonesia: Peran Broker Pada Saat Corona dan Pasca Corona, pada tanggal 6 April 2020, Direktur LJ Hooker Indonesia, Oka M. Kauripan, turut serta memberikan sharring dan mengungkapkan bahwa efek Lockdown memang benar-benar berasa dalam 2 minggu terakhir di bulan Maret yang lalu.  Dan dampak dari Corona tersebut bisa diketahui dari laporan transaksi bulan April.


Menurut beliau, Broker Properti dan Bisnis Properti di Indonesia ini cukup tahan banting.  Kita lihat saja bagaimana kondisi property yang belum sempat kembali ke puncak booming karena efek dari Pemilu dan efek dari perang dagang Amerika dengan RRC, dimana banyak orang yang menunda keputusan pembelian.  Kondisi belum juga pulih karena bencana banjir di awal tahun ini dan sekarang terkena musibah Covid juga.  Sekali lagi kita dihadapkan dengan tantangan luar biasa dan memang musti belajar dari segala hal, supaya bisa pulih sebagaimana dulu kita alami di tahun 2003.


Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada untungnya juga menjadi agen property.  Agen adalah bisnis jasa, sehingga cukup rendah pengeluaran tambahannya.  Kita tidak mempunyai inventory seperti restoran dan perhotelan, yang jelas-jelas terkena dampak lockdown.   Memang kita musti mengurangi biaya-biaya yang tidak begitu diperlukan, mencari hal-hal apa yang bisa dinegosiasikan, dan bagaimana memberi motivasi serta menjaga talenta para marketing supaya tidak “down”.  Misalnya, di beberapa kantor cabang kami ada kegiatan bagi-bagi paket sembako dan paket masker, yang merupakan salah satu bentuk CSR dan Community Based Marketing yang bisa dilakukan oleh para marketing.


Yang kita hadapi sekarang ini adalah krisis penghentian kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh penyakit, bukan krisis likuiditas, bukan krisis financial lockdown.  Dan di tengah keterpurukan ini, tetap saja masih ada orang yang mencari properti.  Inilah saat yang tepat untuk me-maintain hubungan dengan klien-klien.  Memang mungkin agak susah untuk mencari klien baru, namun kita masih bisa me-maintain bisnis dengan klien lama, karena manusia itu tidak akan tinggal diam begitu saja. Manusia akan selalu berinovasi. 


Peluang-peluang baru bagi broker akan banyak tercipta, karena uang itu tetap ada, hanya saja beredarnya pada orang-orang yang berbeda.  Mungkin sekarang yang lagi panen uang adalah pengusaha-pengusaha rumah sakit dan alat-alat kesehatan, pengusaha masker dan sanitizer, pengusaha supermarket dan lain-lain, dimana ke depannya mereka bisa menjadi calon buyer kita. 


Memang harus survive dan harus menunggu sekaligus mencari peluang.  Ketika ekonomi mulai bangkit lagi, kita sudah siap untuk kembali menjalin hubungan dengan klien-klien dan menemukan peluang-peluang baru.