16 TAHUN PERJALANAN LJ HOOKER INDONESIA

Tanggal 1 Juli 2017 yang lalu, LJ Hooker Indonesia tepat merayakan ulang tahunnya yang ke-16. LJ Hooker Indonesia berulang tahun pada bulan Juli bersamaan dengan ulang tahun Partai Demokrat, yang sama-sama “lahir” pada tahun 2001. Kalau selama 16 tahun kehadirannya, Partai Demokrat di Indonesia telah melahirkan seorang Presiden, “prestasi” LJ Hooker Indonesia juga tidak kalah mentereng: telah menghasilkan ratusan konsultan property yang handal dan puluhan “presiden” outlet LJ Hooker yang tersebar di mana-mana.

16 tahun yang lalu, seperti kita tahu, bertempat di Melbourne Australia, para Direksi dan Komisaris LJ Hooker Indonesia resmi mendapat lisensi sebagai pemegang Master Franchise LJ Hooker International dengan menandatangani surat perjanjian franchise. Sejak saat itu, LJ Hooker secara resmi dan sah hadir di Indonesia. Untung rekan-rekan baru, yang barangkali belum mengenal sejarah LJ Hooker di Indonesia, LJ Hooker kita ini “dibawa” dari Australia oleh para pendiri kita: Pak Hody, Pak Yusma (almarhum) dan Pak Koo Sumanto, yang menggandeng Pak Putu Ing Surya, ayah dari Pak Oka.

Berikut, saya kutipkan lengkap, obrolan saya dengan Pak Putu, sebagai Komisaris LJ Hooker dan yang mengenalkan Pak Hody cs ke LJ Hooker di Australia. Setelah 16 tahun berjalan, baik kalau kita mengenal dan melihat kembali ide dasar dan cita-cita paling dalam, ketika Pak Hody, Pak Yusma, Pak Koo dan Pak Putu membawa LJ Hooker ke Indonesia. Dari wawancara yang pernah kami buat 15 tahun yang lalu itu, semoga kita semua lalu menyadari kembali  dalam suka duka dan jatuh bangun LJ Hooker kita ini, hanya satu cita-cita para pendiri kita: semoga semua berbahagia menjadi wirausahawan yang tangguh setelah “sekolah hidup” bersama LJ Hooker! Selamat ulang tahun ke 16 LJ Hooker! Semoga cita-citamu terus kita wujudkan!

Salam hangat saya,

A.Kunarwoko

(Deputy Director LJ Hooker Indonesia)

WAWANCARA DENGAN PAK PUTU ING SURYA - KOMISARIS

(Pernah dimuat di Majalah LJ Hooker Indonesia Update – Edisi Oktober 2002)

Dalam rangka menyambut ulang-tahun L.J.Hooker Indonesia yang ke-4, Redaksi menghadirkan wawancara eksklusif dengan Bapak Putu Ing Surja, salah seorang Komisaris L.J.Hooker Indonesia dan salah seorang Founding Father L.J.Hooker Indonesia. Dalam banyak kesempatan, Pak Putu sering mengunjungi kantor L.J.Hooker Indonesia. Dengan gayanya yang kalem dan khas, Pak Putu sering berbicara dari hati ke hati dengan Pak Kun mengenai kemajuan kantor dan L.J.Hooker. Berikut ini, kami hadirkan obrolan dengan Pak Putu, yang kami sarikan dari catatan-catatan pribadi Pak Kun setiap kali mendapat input yang pantas dicatat dari Komisaris kita ini. PK adalah Pak Kun. PP adalah Pak Putu.

PK :   Bisa Bapak ceritakan, mengapa dulu kok Bapak dan kawan-kawan mengambil franchise L.J.Hooker dari Australia?

PP :   Kami dulu sebenarnya belum terlalu mikir soal merek L.J.Hooker atau merek apapun. Yang kami pikirkan waktu itu sederhana saja. Mengapa sesudah krismon tahun 97 itu, bisnis properti banyak yang gulung tikar. Padahal yang namanya properti atau rumah itu kan dibutuhkan orang. Properti itu kan mestinya prospeknya bagus, wong pasarnya bagus. Ini pasti ada yang salah. Soal krismon 97, kalau mau dicari kesalahannya, ya banyak sekali. Itu urusan para pakar. Untuk para pengusaha, yang dipikirkan adalah gimana keluar dari krisis, gimana mbayar utang bank yang waktu itu bunganya gila-gilaan, gimana bisa berbisnis lagi. Kami menemukan bahwa sistem franchise itu baik. Sistem semacam itu tidak gampang kena goncangan krisis. Nah, ada teman yang mengenalkan L.J.Hooker pada kami. Di Australia, L.J.Hooker memang paling baik. Katanya nomer satu di sana. Kami menilai L.J.Hooker dan sistemnya memang baik.

PK :   Soal jualan, termasuk jualan rumah, di Australia dan di Indonesia bukannya sama saja Pak?

PP :   O... tidak! Ibarat jualan ayam goreng, di Australia, di Indonesia, di Amerika, di mana saja, ada orang jualan ayam goreng, wong memang ayam goreng itu disukai semua orang. Tapi pertanyaannya, apa semua ayam yang dijual itu enak? Apa semua ayam goreng itu laku? Apa semua penjual ayam goreng itu untung? Ayam Ny.Suharti, untuk orang Yogya mungkin disukai. Tapi untuk lidah orang Eropa, belum tentu ayam Ny.Suharti itu disukai. Di dunia ini, ternyata ayam yang paling laris itu bikinan Kentucky Fried Chicken apa bikinan McDonald. De fakto, ayam bikinan Kentucky Fried Chicken atau bikinan McDonald itu yang paling besar untungnya. Mungkin untuk ukuran tertentu, ayam Ny.Suharti membawa untung bagi pemiliknya. Tetapi kalau mau ngomong untung atau sukses yang paling besar, ya bukan yang merek lokal itu.

PK :   Lalu apa hubungan ayam goreng dengan bisnis kita?

PP :   Maksud saya, seperti ayam goreng, properti juga disukai. Bahkan kalau ayam goreng bisa menjadi kebutuhan kesekian dalam hidup ini, rumah kan menjadi kebutuhan pokok. Mana ada di dunia ini orang nggak butuh rumah. Selama masih ada orang butuh rumah, bisnis ini pasti jalan. Sama seperti selama masih ada orang suka makan ayam, restoran ayam goreng pasti masih hidup. Dengan perbandingan tadi, saya cuma mau bilang, dalam bisnis apapun, kalau kita mau untung, kita mesti bergabung dengan mereka yang sukses dan yang bisa memberi kemungkinan sukses.

PK :   Bapak yakin, bergabung dengan yang sudah sukses, pasti akan sukses Pak? Bukankah pada krismon tahun 97 dulu, justru perusahaan yang besar-besar itu yang pada rontok?

PP :   Iya, makanya kita nggak gabung sama yang besar-besar dan pada rontok itu. Ha..ha...ha..! Kalau ngomong yang besar-besar dan pada rontok itu kan sebabnya macam-macam. Ada yang bilang bank-bank kita memang kropos, ada yang bilang krismon terjadi karena ulah spekulan besar, ada yang bilang itu terjadi karena kredit macetnya sudah kelewatan, ada yang bilang investor nggak mau masuk lagi, ada yang bilang karena uang kita dibawa lari konglomerat hitam. Kalau ngomong L.J.Hooker, ya sebelum gabung sama mereka kan kita pelajari dulu raport mereka. Mosok kami mau gabung sama perusahaan yang tidak sukses atau tidak jelas suksesnya.

PK :   Setelah mempelajari L.J.Hooker, lalu apa yang Bapak dapatkan?

PP :   Nah, setelah kami yakin kalau L.J.Hooker itu franchise dan sistemnya baik, ya kami jadi yakin kalau kita ini bergabung dengan sekolah yang baik. Ibarat mencari sekolah, semua orang-tua itu kan punya cita-cita bisa menyekolahkan anaknya di sekolah yang terbaik. Mengapa? Karena di sekolah yang baik, anak kita akan dididik dengan baik. Dia mendapat fasilitas sekolah yang baik. Dia mendapat guru yang baik. Dia mendapat pula teman-teman yang baik. Lulusannya sudah terbukti sukses, menjadi orang penting dan orang kaya di mana-mana. Nah, kalau kita atau anak kita diterima di sekolah itu, tentu kita kan seneng. Kalau kita atau anak kita lulus dari sekolah ternama itu kan kemungkinan sukses, kemungkinan mendapat pekerjaan bagus, kemungkinan meraih cita-cita tinggi kan lebih dimungkinkan.

PK :   Pak, saya pernah mengajar di Atma Jaya. Sebagai guru dan pendidik saya senang dan bahagia sekali Bapak menegaskan bisnis properti dan sistemnya itu seperti dunia pendidikan. Alangkah indahnya kalau L.J.Hooker berhasil menjadi tempat persemaian sukses atau sekolah pembelajaran hidup. Sebagai pendiri L.J.Hooker Indonesia, apa Bapak memang punya cita-cita seperti itu?

PP :  O...ya, tentu saja! Kami punya cita-cita, siapapun yang bergabung dengan L.J.Hooker itu bisa sukses dan seneng hidupnya. Berbahagia, gitu lho! Cuma harus diingat, cita-cita sukses yang saya maksud bukan cita-cita sukses seperti orang gajian lho. Para PC kita itu misalnya, kan sejak bergabung dengan L.J.Hooker sudah dikasih tahu bahwa mereka tidak akan digaji. Hidup mereka bukan dari gaji tapi dari komisi. Mereka itu mitra kerja kantor. Nah, saya dan teman-teman saya punya cita-cita, semua PC kita harus bisa bahagia dengan posisi sebagai mitra kerja yang tidak digaji itu. Selama ini ada kesan, kalau orang tidak mendapat gaji tetap berarti orang itu tidak sukses. Masyarakat kita juga masih memandang, profesi marketing itu profesi yang kurang terhormat.

PK :  Bagaimana meluruskan cara berfikir seperti itu Pak? Bukankah memang salah satu tanda kesuksesan adalah kemapanan yang antara lain diwujudkan dengan memiliki gaji dan penghasilan tetap?

PP :  Nah, itu salahnya! Gaji dan penghasilan itu berbeda. Ada banyak pegawai negeri yang tiap bulan mendapat gaji tetap. Apa mereka bahagia dengan gaji tiap bulannya itu? Sebaliknya ada orang yang tidak mendapat gaji tetap, tetapi penghasilannya tiap bulan banyak. Bahkan dalam sebulan dia bisa dapat 2-3 kali income. Broker yang sukses itu contohnya. Mental sukses yang kami harapkan di L.J.Hooker itu adalah mental "memberi" bukan "mental mendapatkan".

PK :   Maksud Bapak?

PP :   Dengan bergabung dalam jaringan sistem yang bagus seperti L.J.Hooker, seorang PC itu sebenarnya sudah masuk dalam "sekolah" yang baik, yang menjanjikan sukses. Nah, begitu dia diterima sebagai PC L.J.Hooker, dia itu harus bangga bahwa dia bukan lagi orang gajian. Cara sikapnya juga lalu berbeda. Dia jadi lebih pe-de (percaya diri), dia bisa menempatkan diri bukan karyawan, dia lebih bangga pada posisinya sebagai mitra yang sejajar dengan Principalnya. Kalau sudah pada posisi ini, dia sudah masuk dalam track yang benar. Kemudian, sikap ini diteruskan dengan jatuh-bangun untuk membangun sikap mandiri. Selama seseorang kegiatannyaa cuma mengandalkan belas kasih orang lain yang memberi pekerjaan, cuma berfikir gimana caranya agar orang lain "ngasih" saya gaji dan pekerjaan, cuma berfikir hidup saya akan oke kalau dikasih uang oleh orang lain, saya menganggap orang tersebut belum lulus hidup.

PK :   Yang sudah lulus hidup, lalu yang gimana Pak ? 

PP :   Yang sudah lulus itu yang sudah bisa "memberi", yaitu memberi nafkah untuk dirinya sendiri, memberi pekerjaan ke orang lain, memberi usaha ke orang lain. Bagi saya, selama orang masih bermental karyawan, saya belum menganggap orang itu lulus ujian hidup. Kalau sudah bermental usahawan, nah baru dia bisa dikatakan lulus ujian hidup. Banyak orang hidupnya cuma diisi dengan bikin surat lamaran kerja, kirim lamaran kerja kesana-kemari. Capek! Kalau mau sukses ya kumpul dengan orang-orang yang sukses. Di desa-desa itu banyak orang pekerjaannya cuma "petan" (cari kutu), ya akibatnya nggak maju-maju.

PK :    Di hari ultah yang ke-4 ini, ada pesan dari Bapak untuk kita semua, keluarga besar L.J.Hooker Indonesia?

PP :   Nggak ada pesan khusus. Mari kita bekerja saja dengan baik dan sungguh-sungguh. Jangan cepat putus asa. Masa depan kita masih panjang. Tanda-tanda kemajuan dunia properti dan L.J.Hooker sendiri sudah ada. Teruslah menatap masa depan. Jadikan pengalaman masa lalu, sukses maupun gagalnya, sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik. Itu saja!

PK :    Terima kasih Pak, untuk obrolan yang menarik ini. Sukses dan selamat ya Pak, untuk ultah L.J.Hooker ya ke-4 ini.

PP :    Sama-sama!