image

10 Tips Memasarkan Properti

by dradjad 18-Jul-2014 Dibaca sebanyak : 1242 kali

Yang terjadi adalah, marketing setiap hari harus sibuk mengurus ratusan listing, tapi hasilnya hanya 6%, tiba-tiba marketing mempunyai banyak sekali waktu untuk bisa menawarkan tingkat layanan yang lebih fokus, tingkat layanan yang lebih tinggi, sehingga rumah itu bisa laku terjual karena dikerjakan oleh marketing tersebut. Pada saat itupun dipertegas: Bisakah anda mengikuti sistem ini?  Kalau anda bisa mengikuti cara kerja seperti ini silakan tuliskan berapapun target uang yang anda inginkan dan anda akan bisa meraihnya. Terus-menerus melakukan prospecting sampai anda menemukan orang yang membutuhkan jasa anda.  Kalau anda sudah menemukan orang yang membutuhkan jasa anda, anda harus men-deliver hasil yang lebih superior dibandingkan saingan anda, layanan lebih baik sehingga propertinya laku, dan itu harus diulang-ulang sampai anda bisa mempunyai tim yang sukses.

Keputusan paling penting dalam berbisnis marketing:

1. Deciding to minimise our dealing with other agents

Meminimalisir hubungan dengan agen-agen saingan.  Kita musti memastikan bahwa kita yang memiliki barang tersebut dan kita yang mempunyai buyernya.  Hal tersebut untuk meminimalisir kesalahan para agen.

2. To only do Exclusive Business: to make sure that we can guarantee the good service to our customers

Banyak sekali keluhan baik dari buyer maupun vendor, sehingga banyaknya barang, banyaknya klien dan tidak cukupnya waktu menyebabkan banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan.  Oleh sebab itu tidak ada lagi sales open, melainkan exclusive business.  Alasannya adalah: Exclusive, yakni bisa memberi jaminan kualitas kepada klien.  Kalau open, bagaimana kita bisa menjamin layanan kita kepada klien?

3. Weekly Reports to vendors with daily contact as a minimum

Laporan mingguan untuk vendor dengan kontak harian minimal.  Standar minimal kantor: vendor dihubungi setiap hari, laporan tertulis kepada vendor setiap minggu, setiap hasil harus diukur, dan sudah berapa lama perumahan ini berada di pasar.  Laporan memuat: data tamu, masukan dan saingannya seperti apa, yang sudah terjual harganya berapa dan dimana, harga rata-rata di daerah ini berapa; setiap minggu harus kita kirimkan dan kita diskusikan.

4. Sales Performance – Bonus Payment to Salespeople

Bonus/Fee berdasarkan Hasil, dengan sistim fifty-fifty, menyebabkan hilangnya 4-5 marketing karena makin banyaknya saingan. Dengan sistim makin menghasilkan makin besar fee-nya, semakin menumbuhkan kantor tersebut.

5. Third person reporting of FMA statistics weekly

Setiap minggu ada miting mingguan dimana setiap orang membacakan laporan FMA mingguannya sehingga teman-teman bisa mendengarkan dan mengetahui apa yang terjadi di pasaran.  Laporan tersebut memuat data penjualan kita maupun saingan kita, sehingga kita tahu terjualnya pada angka berapa dan dimana saja.

6. Market Share targets and continued analysis

Mengukur berapa banyak Market Share dalam listing maupun penjualan.  Misalnya marketing A diberi area berisi 500 rumah dengan target 40%, total listing papannya hanya ada di 100 rumah menunjukkan tidak bagusnya marketing di area tersebut.  Dalam marketing, kita harus mempunyai satu hal untuk diukur.  Sebenarnya, dengan tidak adanya market share, kita tidak perlu berkecil hati karena itu berarti ada peluang bagi kita untuk bertumbuh.

7. FMA sales specialists enabling district coverage

Spesialis penjualan FMA memungkinkan pencakupan distrik.

8. Always be recruiting

Jangan pernah berhenti merekrut, karena marketing superstar itu sangat jarang ditemukan.  Kalau anda berhenti merekrut, tidak ada kemungkinan untuk bisa menemukan 1 diantara 1000.  Setiap hari jangan pernah berhenti mencari orang yang tepat.

9. Never dropping our standards

Targetnya adalah: setiap orang yang pernah melakukan transaksi dengan kita bisa merasa puas dengan hasil yang diperolehnya, sehingga dia mereferensikan kita kepada teman-temannya.  Kalau itu tidak bisa dicapai berarti layanan kita masih payah atau kurang bagus. Kita harus punya standar, dan standar tersebut harus kita pertahankan.

10. Desire to be the best agent in the district

Tujuan anda adalah menjadi yang terbaik di wilayah anda!  Kalau tujuannya hanya untuk mendapatkan uang, tim anda tidak akan mempunyai energi, karena setiap orang ingin berada dibawah pemimpin yang memiliki visi dan strategi, dan mengkomunikasikan target ke seluruh staf, untuk membawa perusahaan ini ke arah yang lebih baik.  Goal yang rendah akan merusak dinamika dan semangat kantor anda.

Peter Crowther

Kategori